Muaro Jambi – Upaya meningkatkan literasi iklim di kalangan masyarakat dan petani kembali digelorakan melalui kegiatan Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Tahun 2025, yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2025 di Desa Sungai Duren, Muaro Jambi. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Stasiun Klimatologi BMKG Jambi. Pada tahun ini mahasiswa Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
SLI 2025 di Sungai Duren menghadirkan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat, khususnya para petani yang membutuhkan informasi iklim akurat untuk mendukung aktivitas pertanian mereka. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi langsung mengenai pemahaman dasar iklim, pengenalan pola cuaca lokal, praktek membaca alat ukur iklim, hingga strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Koordinator kegiatan dari BMKG Jambi menjelaskan bahwa SLI menjadi wadah penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi kondisi iklim yang semakin dinamis. “Dengan informasi iklim yang tepat, petani dapat menentukan waktu tanam, memilih jenis komoditas, hingga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Mahasiswa Fisika UIN STS Jambi yang terlibat dalam kegiatan ini juga turut memberikan pendampingan teknis kepada peserta, termasuk demonstrasi penggunaan alat seperti rain gauge, anemometer, dan termohigrometer. Kolaborasi ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat.
Kepala Desa Sungai Duren menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “SLI sangat membantu kami, terutama para petani. Selama ini informasi iklim kami dapatkan secara terbatas, dan hari ini kami belajar langsung dari ahlinya,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memahami informasi iklim serta mendorong penerapan kegiatan pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya SLI 2025 di Sungai Duren, sinergi antara perguruan tinggi dan BMKG kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan pengetahuan iklim di tingkat akar rumput.