Fisika Fakultas Sains & Teknologi
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Fisika Fakultas Sains & Teknologi
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Dosen Fisika FST UIN STS Jambi tergabung dalam Tim Riset Nasional MoRA The Air Funds 2025

Jambi — Prestasi membanggakan kembali diraih UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi. Seorang dosen Fisika dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST)ditetapkan sebagai bagian dari tim riset kolaborasi nasional bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini berlangsung dalam program MoRA The Air Funds 2025, salah satu skema pendanaan riset unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Riset yang diusung bertema “Litbang Sensor Berbasis Giant Magnetoresistance (GMR) Menggunakan Green-Synthesized Nanopartikel sebagai Label dan Aplikasinya untuk Deteksi Bahan Halal/Haram.” Tema ini menjadi terobosan penting karena memadukan teknologi sensor modern dengan kebutuhan nasional akan sistem deteksi halal yang cepat, akurat, dan ramah lingkungan. Teknologi Giant Magnetoresistance (GMR) dikenal sebagai salah satu teknologi revolusioner dalam fisika material. Sensor GMR mampu membaca perubahan medan magnetik dalam skala sangat kecil. Dalam penelitian ini, sensor dirancang untuk mendeteksi material halal dan haram melalui interaksi magnetik dari nanopartikel sebagai label. Ketika sampel makanan berinteraksi dengan nanopartikel magnetik, sensor GMR akan memberikan sinyal berbeda sesuai kandungan materialnya, termasuk keberadaan unsur non-halal.

Keunikan riset ini terletak pada penggunaan green-synthesized nanoparticles, yaitu nanopartikel yang dibuat melalui bahan alami dan proses ramah lingkungan. Pendekatan ini menekan penggunaan bahan kimia berbahaya dan menghasilkan material yang lebih aman serta berkelanjutan. Langkah ini sekaligus mendukung prinsip riset halal dan aspek keberlanjutan yang kini menjadi fokus global.

Keterlibatan dosen FST UIN STS Jambi dalam riset berskala nasional ini dinilai strategis. Selain memiliki kepakaran dalam fisika material dan instrumentasi, kontribusinya memperkuat proses karakterisasi material magnetik, analisis sensitivitas sensor, serta pengembangan perangkat elektronik pendukung. Kolaborasi ini juga membuka akses terhadap fasilitas laboratorium unggulan BRIN, termasuk peralatan karakterisasi canggih seperti VSM, SEM, dan fasilitas sputtering. Penelitian akan berlangsung selama tiga tahun dengan rangkaian tahapan mulai dari sintesis nanopartikel ramah lingkungan, pembuatan multilayer GMR, pengujian struktur dan sifat magnetik, hingga pengembangan prototipe sensor untuk uji deteksi halal/haram pada sampel nyata.

Program MoRA The Air Funds 2025 mendorong penelitian yang tidak hanya berdampak ilmiah tetapi juga memberikan nilai manfaat langsung bagi masyarakat dan industri. Sensor GMR halal ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri pangan, farmasi, dan lembaga sertifikasi halal yang memerlukan alat deteksi yang efisien, akurat, dan mudah dioperasikan.

Keterlibatan UIN STS Jambi dalam riset kolaborasi bergengsi ini memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga aktif dalam riset strategis nasional. Penelitian ini ditargetkan menghasilkan luaran berupa publikasi internasional, hak kekayaan intelektual, dan prototipe sensor yang berpotensi dikembangkan menjadi produk komersial.

Dengan riset ini, UIN STS Jambi semakin menegaskan dirinya sebagai bagian penting dalam kemajuan sains dan teknologi halal di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899